“Beberapa orang tua mungkin terpaksa memaksa anak-anak mereka karena himpitan ekonomi. Namun, anak-anak seharusnya belajar dan bermain, bukan bekerja di jalan. Pemerintah harus memberikan solusi yang tepat untuk keluarga-keluarga ini,” tambah Lilis.
Kepala Plt. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, Haslita, mengungkapkan kekhawatiran terkait fenomena anak jalanan. Menurutnya, anak-anak jalanan merupakan kelompok rentan yang berisiko menjadi korban kekerasan fisik dan seksual.
Ia menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk masalah ekonomi, ketidakstabilan keluarga, dan akses pendidikan yang terbatas.
“Anak-anak jalanan sangat rentan terhadap kekerasan, terutama anak perempuan yang lebih berisiko menjadi korban eksploitasi dan perdagangan manusia. Kami sangat prihatin dengan situasi ini,” kata Haslita, Rabu (16/10/2024).
Haslita juga menjelaskan bahwa banyak anak jalanan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, seperti menghirup lem, yang semakin membuat mereka terjerumus dalam masalah sosial.
