"Hal ini sudah sering terjadi, jadi perbedaan itu terjadi karena metodologi penetapan Idul Adha. Jadi ada metode hisab dan rukyat. Baik itu pemerintah dan Muhammadiyah sebenarnya dari segi perhitungan bulan tidak ada perbedaan, yang berbeda itu ketika posisi bulan kalau Muhammadiyah meskipun belum nampak 4 derajat kita sudah nyatakan bulan baru sudah terbit," tuturnya.
Baca Juga: Lowongan Kerja Kendari: Dibutuhkan Tenaga Administrasi di PT JACCS MPM Finance
Sementara itu, Angkatan Muda Muhammadiyah, Muhammad Ivansyah yang mengikuti salat Ied mengungkapkan tak merasa terganggu dengan perbedaan antara dirinya dan lainnya.
"Kita tetap jalankan itu sesuai keyakinan. Perbedaan hanya soal metodologi," kata Ivansyah yang juga Alumni IAIN Kendari.
Sebelumnya Pemerintah Indonesia telah menetapkan Idul Adha tahun 2022 jatuh pada Minggu 10 Juli. Meskipun begitu, ada sebagai masyarakat khususnya di Kota Kendari yang bakal melaksanakan salat Idul Adha pada Sabtu 9 Juli.
