Lebih dari 1.000 anak laki-laki biasanya mengikuti pelajaran Alquran di masa liburan sekolah di musim panas dan musim dingin tapi kini mereka dilarang.

Orangtua diberitahu soal larangan mempelajari Alquran demi kebaikan anak-anak mereka, supaya mereka bisa fokus pada kursus bidang-bidang sekuler.

"Kami takut, sangat takut. Kalau terus seperti ini maka satu atau dua generasi lagi tradisi kami akan lenyap," kata Ma Lan, seorang pengasuh berusia 45 tahun seraya menitikkan air mata. Petugas kerap memeriksa masjid setempat tiap beberapa hari sekali saat musim liburan sekolah buat memastikan tidak ada anak laki-laki yang belajar agama dilansir dari Merdeka.com.

Baca Juga: Deretan Miliarder di Dunia, Bangun Benteng Hadapi Kiamat

Putra Ma Lan yang biasanya belajar lima jam sehari di masjid kini lebih sering di rumah menonton televisi. Dia bercita-cita jadi imam tapi guru sekolahnya mendorong dia untuk mencari uang dan menjadi kader komunis.