Baca Juga: Begini Kondisi Muslim Ukraina saat Bulan Ramadan di Tengah Perang, Saling Berbagi Roti
Di sela-sela perlawanan, mereka menunaikan salat dengan jemaah yang terdiri dari 16 orang, 11 di antaranya berseragam, termasuk seorang wanita.
Di antara para jemaah yang hadir di masjid itu, hadir pula Ismagilov yang sebelumnya merupakan salah satu pemimpin spiritual Muslim ternama di Ukraina.
Namun, dia mengubah haluan pekerjaannya sejak perang terjadi. Kini dia bekerja sebagai sopir ambulans bersama paramedis sukarelawan dan mengevakuasi tentara yang terluka di garis depan.
Baca Juga: Ukraina Bantah Pesan Damai Zelensky ke Putin Lewat Jokowi
