Berambut pirang dan berkacamata, pria berusia 44 tahun itu merupakan keturunan Tatarstan, salah satu kelompok etnis Muslim yang tersebar di negara-negara pecahan Uni Soviet, khususnya banyak tersebar di Rusia dan Ukraina.
Ismagilov tumbuh dan besar di Kota Donetsk, bagian timur Ukraina yang kini menjadi titik pertempuran sengit.
“Saya pikir sangat menjijikkan ketika Muslim Rusia mendukung perang,” ungkapnya. (C)
Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Haerani Hambali
