Irwan membeberkan, adanya demonstrasi yang melakukan penolakan tambang pasir oleh seorang warga dengan mengatas namakan pemuda Nambo, sangat bertentangan dengan fakta di lapangan. Dia menduga ada motif tertentu dengan membawa-bawa pemuda Nambo.
"Sementara pemuda Nambo ada juga yang bekerja di tambang pasir. Khusus kami orang tua. Jujur, warga pekerja pasir sudah geram.Tapi masih bisa diredam. Kami makan, siapkan uang sekolah anak itu hasil kerja di tambang pasir. Jangan tutup mata pencarian kami," ungkapnya.
Kata Irwan, tambang pasir di Nambo terus membenahi segala masukan dari pemkot. Ia mencontohkan pengelolaan pasir kelompok usaha bersama atau KUBE yang dikelola oleh Asri Pratama, sedang melakukan penanaman pohon kembali sesuai arahan Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari.
"Termasuk pembuatan kolam resistensi dengan hasil uji lab baik. Sudah diserahkan ke pemkot dan kepolisian kalau air hasil pencucian pasir itu kategori baik, karena sudah melalui penyaringan," katanya.
Tokoh masyarakat Nambo, Jurumia menegaskan, kontribusi pasir Nambo khususnya KUBE Asri Pratama terhadap warga sangat luar biasa. Ia pun meminta riak-riak soal penutupan tambang pasir segera dihentikan, karena hal itu akan berdampak terhadap perekonomian warga.
