"Yang pasti ini sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti. Awal minggu ini kami akan mengumpulkan dulu keterangan sebelum meninjau lapangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Project Manager PT GMS, Muhammad Aris menerangkan, pihaknya tidak mengetahui jika kapal tongkang tersebut rupanya mengalami kebocoran.

Hal itu dikarenakan, pihak kapal tongkang mengaku jika kapal tersebut layak dimuati ore nikel yang rencananya akan menuju ke PT VDNI di Morosi.

"Katanya pihak kapal itu layak dimuati, tapi ternyata ada kebocoran di haluannya. Terbukti tadi kita sudah evakuasi, sudah dibongkar muatannya sebagian dan ternyata di dalam manhole itu penuh air," jelasnya. (B)

Reporter: Kardin