Ia menjelaskan, dalam pasar murah yang digelar kali ini, pelaku UMKM dan pembeli wajib menggunakan sistem pembayaran secara digital atau non tunai. Hal itu sebagai bentuk dukungan Kadin terhadap meningkatkan pengguna QRIS di Bumi Anoa.
“Kami sangat mem-backup, dari program pemerintah dan Kadin memang selama ini mem-backup bagaimana teman-teman pedagang UMKM terdigitalisasi dengan QRIS,” jelas Sastra.
Baca Juga: Warga Kelurahan Bende Terima Paket Sembako dari Heart Of Hope Community
Sementara itu, dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari diwakili Asisten II, Susanti mengatakan, pasar murah dengan sistem digital ini merupakan langkah konkrit yang dilakukan dalam rangka percepatan penerapan pembayaran secara non tunai.
Terlebih era digital merupakan era baru yang perkembangannya begitu pesat, olehnya itu digitalisasi pelayanan sebagai upaya penyesuaian.
