“Akan saya sampaikan ke Pak Gubernur, akan saya sampaikan,” ucap Safril di hadapan massa.

Baca Juga: Kisah Penjual Gorengan, Jajanan Favorit Warga Kota Kendari

Setelah itu, massa beralih menuju ruang Gubernur Sultra dan menunggu di luar gedung. Namun, setelah sekitar dua jam menunggu, massa akhirnya dipukul mundur oleh petugas Satpol PP.

“Gubernur Sultra tidak ingin menemui kami. Dari sini kita bisa lihat bahwa orang tua kami (Andi Simangerukka) yang kita tuakan dan hargai tidak ingin menemui kami. Apakah Gubernur Sultra berkongkalikong dengan Koperson,” tegas mahasiswi perwakilan BEM UHO.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Gubernur maupun Wakil Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan Hugua, terkait permasalahan tersebut. (B)