Anehnya kata dia, pemberian kompensasi itu telah diberikan oleh pengusaha atau mewakili pengusaha dan diketahuinya oleh pihak pemerintah setempat, dan ada berita acara serta videonya.

"Lalu, kenapa perkara ini terus berlanjut dan dilaporkan dugaan pemerasan. Ini sangat aneh," tambahnya.

Terlebib, ada 11 warga yang mendapatkan kompensasi. Namun, hanya satu orang yang dilaporkan.

"Kenapa pula hanya teman kita LM yang dilaporkan. Selain itu, LM bukanlah orang yang menerima uang Rp 22 juta itu. Melainkan adalah ibu S," tambahnya.

Diakui pengacara ini, kompensasi itu diberikan pada 27 Januari 2023. Namun, 5 Januari 2023 telah dilaporkan atas dugaan pemerasan.