"Tidak ada pembahasan sedikitpun terkait metode pemasangan tiang pancang pada saat penyusunan dokumen UKL UPL," tuturnya.

Katanya, pertemuan dengan warga terjadi setelah adanya protes pembangunan yang dinilai merusak. Dalam pertemuan tersebut banyak masyarakat yang menolak dan mengutarakan kerugian yang dialami.

"Pertemuan itu nanti pada Selasa, 1 Agustus, setelah terjadi kontruksi, terjadi penumbukan, baru ada pertemuan antara warga dan pihak rumah sakit," katanya.

Setelah pertemuan antara pihak rumah sakit, terdapat kesepakatan yang dihasilkan, yakni masyarakat menolak pembangunan RS Permata Bunda dan pihak manajemen rumah sakit tidak melanjutkan pembanguanan rumah sakit.

Kemudian dalam dokumen perizinan yang diperoleh, tidak ditemukan adanya pembahasan metode pemasangan tiang pancang, begitupun tidak ada dinas terkait yang hadir dalam pertemuan pembahasan perizinan yang membahas pemasangan tiang pancang dengan cara ditumbuk.