#RakyatButuhNewPresident," tulis akun Twitter bernama Valhalla Asgard.

"Udah peringkat paling atas, apakah ini tanda tanda Negera +62 akan punya Presiden baru?

#RakyatDukungNewPresident," tulis Jonni lubis OctaFX dalam akun Twitternya.

Selain kritikan, beberapa warganet ada juga yang mendukung kebijakan tersebut, bahkan kritikan terhadap new normal ini dinilai sebagai kritikan yang tanpa logika.

"Tagar #RakyatDukungNewPresident tidak lain sebagai pengkritik tanpa logika. Jika kritik model begini dijalankan terus menerus, saya duga, tidak akan mungkin menggerus popularitas@jokowi. Kritik yang tangguh harus terukur; meteri yg oke, alasan yang tepat, dan solusi yang taktis," tulis Andi Anggana (pro new normal).