Meski masih dikenal hingga sekarang, kebiasaan mengonsumsi Kabuto telah mengalami perubahan. Wa Ita mengatakan, sebagian generasi muda kini lebih mengenal beragam pilihan makanan sehingga Kabuto tidak lagi sesering dahulu dikonsumsi dalam keseharian.

“Sekarang mungkin tidak seperti dulu lagi. Anak-anak muda sudah banyak mengenal makanan yang lain. Tapi sampai sekarang Kabuto masih ada, biasanya dimakan kalau ada acara keluarga, kegiatan adat, atau kalau sedang ingin makan makanan kampung to,” katanya.

Wa Ita berharap Kabuto tetap diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini agar mereka mengenal kuliner tradisional daerahnya.

“Harapan saya, anak-anak sekarang harus tetap dikenalkan dengan Kabuto. Jangan sampai nanti mereka tidak tahu lagi makanan tradisional daerahnya sendiri. Kalau bisa, Kabuto juga dibuat lebih menarik supaya anak muda mau makan, tetapi rasa aslinya jangan sampai hilang,” ujarnya.

Hingga kini, Kabuto masih dikenal sebagai kuliner khas Muna dengan ciri pengolahan singkong yang dikeringkan sampai menghitam. Makanan ini tetap disajikan dalam sejumlah kesempatan, termasuk acara keluarga dan kegiatan adat masyarakat setempat.