Ia mengungkapkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari 25 juta warga Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara itu, gini ratio, indikator ketimpangan ekonomi, belum menunjukkan perbaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: IAIN Kendari Ekspansi ke Buton Tengah, Menag Nasaruddin Umar: Fondasi Lahirnya Generasi Berilmu dan Berahlak

Sebagai pengusaha dan pejabat di organisasi pengusaha muda nasional, Sucianti menilai diperlukan reformasi menyeluruh dalam pengelolaan sumber daya alam, serta pemberantasan praktik korupsi struktural yang menyebabkan kekayaan nasional tidak berpihak pada rakyat.

Ia juga menilai bahwa pemerintah terlalu sering menggunakan dalih seperti efisiensi belum maksimal atau kita masih dalam proses, yang menurutnya sudah tidak relevan untuk terus dijadikan alasan atas kegagalan sistemik.

"Negara ini seperti skripsi yang tak kunjung selesai. Direvisi terus, tapi nilainya tetap rendah. Rakyat berhak mendapatkan kejelasan, bukan sekadar diminta bersabar," pungkasnya. (C)