Baca Juga: Fitur dan Keamanan Data WhatsApp dan Telegram bagi Pengguna

"Jika dilihat secara kasar aplikasi itu sangat bermanfaat dan berizin. Padahal aplikasi itu punya malware yang sangat merugikan karena bisa mencuri data sensitif, mengambil password, dan mendaftarkan pemilik ponsel ke layanan premium," sebut SecneurX.

Otak serangan malware tersebut disebutkan SecneurX adalah BlackRock dan ERMAC. Diketahui BlackRock merupakan kelompok peretas yang mencuri uang melalui aplikasi. ERMAC di sisi lain adalah peretas yang kerap membobol mata uang kripto dengan mencuri informasi kontak korban dan ID bank.

SecneurX mengatakan BlackRock dan ERMAC semakin lihai dan terus berimprovisasi. Mereka mengelabui pengguna ponsel Android dengan membuat aplikasi yang sangat berguna dan terkesan sah. Padahal diam-diam mereka akan membobol uang yang ada di bank.

SecneurX mengatakan aplikasi yang tersimpan malware berbahaya itu diedarkan di wilayah global.