KENDARI, TELISIK.ID - Tingginya angka kejadian stunting di Indonesia, menjadi perhatian serius bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam upaya pencegahan, BKKBN Sulawesi Tenggara kembali mengingatkan masyarakat, terutama ibu hamil mengenai bahaya anemia yang berpotensi mengakibatkan kelahiran anak stunting.

Menurut Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar, anemia pada wanita, khususnya ibu hamil dapat menyebabkan kurangnya suplai oksigen ke janin.

Baca Juga: Pemda Muna Barat Bentuk Tim Siaga Tekan Stunting

Hal ini kata dia, berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin, yang kemudian dapat berujung pada kelahiran anak stunting.