Konstalasi itu, menurut Najib, bisa saja terjadi pada Bacakada, LM Rusman Emba (RE) dan Syarifuddin Udu (SU). Dimana, keduanya saat ini tengah berebut pintu PDIP. RE merupakan kader PDIP. Sedangkan SU sengaja menggadeng La Ode Hasid Pedansa yang merupakan tokoh senior di PDIP untuk mengimbangi RE. Toh, kalau nantinya, RE yang mendapatkam rekomendasi, bisa jadi kader mendukung SU, sehingga mesin politik tidak berjalan maksimal.

"Itu bisa saja terjadi. DPP harusnya melihat ke bawah sebelum memberikan rekomendasi," ujarnya.

Pada prinsipnya, saat kompetisi dimulai, masing-masing figur harus menunjukkan kekuatan. Pemilih nantinya tidak lagi melihat, partai mana di belakang para calon.  

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali