"Kita tidak boleh berpuas diri dan merasa aman hanya dengan vaksin terutama jika hanya vaksin dosis pertama," lanjutnya.
Prof Wiku memaparkan, setidaknya 5 negara ini mengalami lonjakan kasus meski tingkat vaksinasinya sudah tinggi.
Pertama, Singapura
Cakupan vaksinasi di Singapura sudah mencapai 79,12 persen. Di Singapura, relaksasi kebijakan dilakukan dengan fokus pada penguatan 3T dan cakupan vaksinasi.
Namun, Prof Wiku menyebut Singapura kurang berfokus pada pencegahan yaitu protokol kesehatan di tempat umum. Akibatnya, muncul klaster baru seperti klaster restoran, tempat makan di bandara, tempat karaoke, mall, hingga terminal bus.
