KENDARI, TELISK.ID - Masyarakat diimbau tetap waspada, namun tidak panik. Sebab, pasien positif COVID-19 yang sudah sembuh bisa saja kembali terinfeksi dan dinyatakan positif, atau yang disebut juga dengan reinfeksi atau reaktivasi.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi  Sulawesi Tenggara, dr. Laode Rabiul Awal, mengatakan, COVID-19 bisa sembuh. Diharapkan kepada masyarakat jangan sampai menyepelekan, karena penyebaran COVID-19 sangat cepat.

"Kasus reinfeksi atau reaktivasi, yakni pasien yang sudah dinyatakan sembuh, kembali positif," kata Dokter Rabiul Awal, Kamis (7/5/2020).

Diterangkan, walau langka dan jarang terjadi, ada beberapa kemungkinan penyebab reinfeksi.

Kemungkinan pertama, hasil negatif “palsu” tes swab yang berasal dari pengambilan spesimen sampel lendir yang kurang cukup ataupun hasil positif “palsu” yang berasal dari spesimen yang mengandung virus tidak aktif.