KENDARI, TELISIK.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 100 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu, 26 Agustus 2026, berdasarkan pemantauan satelit periode pukul 00.00 Wita hingga 23.00 Wita.

Data BMKG menunjukkan, dari total 100 titik panas tersebut, sebanyak 96 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, sedangkan empat titik berada pada tingkat kepercayaan rendah. Tidak terdapat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam pemantauan tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sultra, Kusairi menjelaskan, pemantauan titik panas dilakukan menggunakan data satelit polar seperti NOAA-20, Suomi NPP, Terra, dan Aqua. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki anomali suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya.

“Pemantauan titik panas merupakan salah satu upaya untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, keberadaan titik panas tidak serta-merta menunjukkan bahwa telah terjadi kebakaran,” jelas Kusairi dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Infografis: Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan 2026