Berdasarkan sebarannya, Kabupaten Konawe menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 36 titik, terdiri atas dua titik dengan tingkat kepercayaan rendah dan 34 titik dengan tingkat kepercayaan menengah.

Selanjutnya, Kabupaten Muna tercatat memiliki 19 titik panas, seluruhnya dengan tingkat kepercayaan menengah. Kemudian Kolaka Timur sebanyak 10 titik, Buton Utara 7 titik, dan Muna Barat 6 titik.

Sementara itu, masing-masing Bombana, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Wakatobi terpantau 4 titik panas. Kolaka tercatat tiga titik, Buton dua titik, serta Kota Kendari satu titik.

Adapun wilayah yang tidak terdeteksi titik panas dalam pemantauan tersebut yakni Kota Baubau, Buton Selatan, Buton Tengah, Kolaka Utara, dan Konawe Kepulauan.

BMKG mengingatkan bahwa titik panas dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan. Namun, hasil pemantauan satelit tetap perlu dikonfirmasi dengan kondisi di lapangan karena titik panas dapat tidak terpantau apabila suatu wilayah tertutup awan atau berada di area blank zone.