MUNA BARAT, TELISIK.ID - BMKG Sulawesi Tenggara temukan titik panas di sembilan wilayah Sulawesi Tenggara, salah satunya Kabupaten Muna Barat, ini beberapa titik panas untuk diwaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Bahri mengatakan, ketika memasuki puncak musim kemarau biasanya ditemukan kabut asap, penyebabnya sangat beragam salah satunya karena terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga berimbas pada kerusakan ekosistem, mengancam kesehatan manusia, dan menyebabkan kerugian ekonomi.
Beberapa faktor yang menyumbang risiko kebakaran hutan dan lahan yaitu deforestasi yang terus berlanjut, praktik-praktik pertanian dan perkebunan yang tidak tepat, termasuk menggunakan api dalam membersihkan lahan.
Baca Juga: Inisiasi Indomaret dan Pemda Muna Barat Sejahterakan Pelaku UMKM
Untuk itu perlunya koordinasi antara pemda, forkopimda, dan masyarakat untuk mengambil langkah dalam mencegah karhutla yang ada di Muna Barat.
