Sehari setelah pernyataan itu, WHO kembali mengadakan tanya-jawab langsung untuk menjernihkan pernyataan membingungkan tersebut. Komentar Maria itu disebut bertentangan langsung dengan petunjuk resmi WHO, termasuk juga tak sejalan dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang mengatakan sekitar sepertiga infeksi Corona boleh jadi tak menunjukkan gejala.
Baca juga: Sultra Bertambah Enam Positif COVID-19, Empat Sembuh
CDC juga memperkirakan 40 persen penularan virus Corona terjadi sebelum orang merasa sakit, yang artinya oleh mereka yang tanpa gejala (OTG) atau asimptomatik.
"Apa yang saya maksudkan kemarin dalam konferensi pers adalah, sangat sedikit penelitian--sekitar dua atau tiga penelitian yang telah diterbitkan yang benar-benar mencoba mengikuti kasus tanpa gejala. Sehingga orang yang terinfeksi, dari waktu ke waktu, kemudian dilacak seluruh kontak mereka, dan berapa banyak tambahan orang yang terinfeksi," jelas Van Kerkhove seperti dikutip dari CNN.
Ia menambahkan, hal tersebut hanya bagian kecil dari subset penelitian atau studi.
