Di mana, kata dia, terkadang yang disebut OTG sebetulnya tak benar-benar tidak memiliki gejala melainkan ada kemungkinan menunjukkan gejala, tetapi dalam jumlah kecil atau sedikit, atau bahkan mungkin tidak dirasakan.

Karena itu, penentuan OTG pun harus dilakukan dengan hati-hati dan terperinci.

"Jadi artinya apa, OTG ini kan batasannya semakin tipis ketika dibandingkan dengan orang yang ketika menunjukkan gejala tapi ringan," kata Laura kepada CNN Indonesia melalui sambungan telepon.

"Kadang itu untuk menyebutkan bahwa ini termasuk OTG atau tidak, itu kan harus hati-hati. Kalau datanya memang terungkap, oke itu bisa diklasifikasikan OTG. Tetapi kan banyak data yang, ya miss. Yang model sederhana seperti itu," jelasnya.

Laura menambahkan, memang ada perbedaan tingkat penyebaran virus antara OTG, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun, jika dibandingkan, OTG memang memiliki potensi penularan yang paling kecil dibanding kedua kelompok lain.