"Kalau masyarakat Indonesia ini kan padat ya, ini juga bisa jadi salah satu faktor kenapa kok OTG ini bisa jadi sumber penularan dibandingkan dengan negara lain. Kan terbukti pemeriksaan secara masif juga menemukan itu juga, jadi orang-orang yang berkontak erat [dengan OTG] atau berkerumun lantas ditemukan positif," jelas dia lagi.

Sebelumnya Kepala Teknis Tim Tanggap Corona WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan, penularan virus Corona jarang atau kecil kemungkinan tersebar dari orang yang tanpa gejala COVID-19. Saat itu ia mengklaim penilaian tersebut berdasar data yang dikantongi organisasinya.

"Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang terjadi orang tanpa gejala benar-benar mentransmisikan ke individu sekunder," kata Van Kerkhove dalam konferensi pers rutin di Jenewa, Senin (8/6) waktu Jenewa.

Tapi sehari setelahnya WHO kembali menggelar tanya-jawab langsung melalui akun media sosial resmi mereka merespons informasi mengenai orang tanpa gejala dan penularan virus Corona.

Reporter: Fitrah Nugraha