Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, Rabu lalu (2/1/2020) mengatakan, cuaca esktrem tersebut dipicu adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu aktifnya Monsun Asia.
Ini menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah, seperti di Sulawesi Tenggara.
Akibatnya, berdampak terjadinya fenomena angin kencang yang memicu gelombang tinggi hingga potensi bencana puting beliung di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.
BMKG dalam rilis sebelumnya, (8/1/2020) menyebut wilayah Konawe Utara (Lasolo, Molawe), Konawe Selatan (Palangga, Palangga Selatan, Andoolo, Kolono, Kolono Timur, Moramo, Laonti), Buton Utara (Bonegunu), Buton (Lasalimu, Lasalimu Selatan) dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang pada pukul 15.30 Wita.
Fenomena ini, dapat meluas hingga ke wilayah Bombana, Kolaka, Kolaka Utara, Baubau, Buton Selatan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Kendari dan sekitarnya.
