"Waktu menetap meningkat di Amerika Serikat dan Kanada," kata penulis studi Raed A. Joundi, MD, D.Phil., seorang rekan stroke di departemen ilmu saraf klinis di Cumming School of Medicine di University of Calgary di Kanada, dikutip dari Suara.com-Jaringan Telisik.id, pada Sabtu (21/8/2021).
Waktu sedentary atau menetap dan kurang gerak adalah durasi aktivitas yang dilakukan sambil duduk atau berbaring.
Penting untuk memahami apakah jumlah waktu sedentary yang tinggi dapat menyebabkan stroke pada individu muda karena stroke dapat menyebabkan kematian dini atau secara signifikan mengganggu fungsi dan kualitas hidup.
"Orang dewasa berusia 60 tahun ke bawah harus menyadari bahwa waktu duduk yang sangat tinggi dengan sedikit waktu yang dihabiskan untuk aktivitas fisik dapat memiliki efek buruk pada kesehatan, termasuk peningkatan risiko stroke," kata Joundi.
"Aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting karena mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk, dan juga tampaknya mengurangi dampak negatif dari waktu duduk yang berlebihan," ujarnya.
