Ia menambahkan, saat ini handphone dan media sosial menjadi faktor yang paling mempengaruhi pelajar melakukan tindak kenakalan remaja seperti tawuran dan kekerasan.

Oleh karena itu Eka mengimbau, semua orang tua untuk mengecek handphone anak secara berkala dan mengawasi aktivitas sosial media mereka, untuk memastikan anak aman dari grup-grup premanisme di internet.

Baca Juga: Uang Ratusan Juta Dalam Kantong Plastik Hijau Hebohkan Warga Kendari

Kepolisian sendiri tetap bertindak tegas dengan perilaku kriminal di kalangan pelajar, dan akan memberi sanksi sesuai dengan hukum peradilan anak apabila aktivitas tawuran sampai menelan korban.

Saking maraknya aktivitas tawuran di kalangan pelajar, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara, Anggaraeni Balaka mengatakan, pihaknya akan menyambangi para pelajar ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan pelarangan tawuran dan kekerasan.