Dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id, data yang dipaparkan oleh Dr. Alexander Mukti, Sp.OG, Dokter spesialis kandungan dan kebidanan, pada medio tahun 2020 ada kisaran 70 ribu sampai 80 ribu ibu hamil meninggal per tahun akibat pre-eklampsia ini.

Sementara itu, data angka kematian bayi akibat pre-eklampsia justru lebih besar, yaitu mencapai 500 ribu per tahun. Hal ini dikarenakan bayi lahir prematur.

Sebagai langkah preventif, penting untuk mengetahui penyebab dan gejala pre-eklamsia ini. Pre-eklamsia biasanya muncul pada usia kandungan lebih dari 20 minggu.

Pre-eklamsia ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine. Jika tidak ditangani dengan tepat, pre-eklamsia dapat menjadi eklamsia.

Eklamsia adalah kondisi pre-eklamsia yang disertai kejang. Eklamsia ini dapat mengakibatkan komplikasi yang fatal baik bagi ibu maupun bagi janinnya. Dapat membahayakan organ-organ lainnya, seperti ginjal dan hati.