JAKARTA, TELISIK.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau subvarian baru COVID-19 yang diberi nama Arcturus setelah memicu lonjakan kasus di India, baru-baru ini.
Seperti dilansir dari Sindonews.com, Minggu (16/4/2023), XBB.1.16 yang merupakan rekombinan dari dua varian Omicron, BA.2 lainnya pertama kali terdeteksi pada akhir Januari lalu.
Studi laboratorium menemukan bahwa Arcturus yang memiliki gejala yang sama dengan varian sebelumnya seperti demam, sesak napas dan batuk mampu meningkatkan infektivitas sekaligus berpotensi meningkatkan patogenisitas.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh University of Tokyo menunjukkan bahwa Arcturus hampir 1,2 kali lebih menular dibandingkan XBB.1.5 atau Kraken yang paling menular dan menimbulkan kekhawatiran sebelumnya.
Dalam sebulan terakhir, Arcturus telah menyebabkan peningkatan kasus 13 kali lipat di New Delhi yang telah melihat jumlah kasus mencapai angka mingguan tertinggi dalam tujuh bulan. Sebagai tindakan pencegahan, negara bagian Haryana dan Kerala kembali mewajibkan penggunaan masker di tempat umum dan sekolah.
