JAKARTA, TELISIK.ID - Demi mencegah stigmatisasi, nama penyakit cacar monyet resmi diganti menjadi Clade.
Hal tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dimana keputusan ini berdasarkan kesepakatan para ahli, penamaan variasi Clade kemudian disesuaikan dengan daerah asal temuannya.
"Konsensus tercapai untuk menyebut penyakit asal Cekungan Congo (Afrika Tengah) sebagai Clade I dan penyakit yang di Afrika Barat menjadi Clade II," demikian pernyataan WHO melalui situs resminya, dikutip dari cnnindonesia.com, pada pekan lalu.
Lebih jauh, WHO menjabarkan, Clade II memiliki dua subvarian, yaitu Clade IIa dan Clade IIb. Varian yang belakangan tersebar masuk ke dalam kategori Clade IIb.
Mereka menegaskan bahwa penulisan varian harus menggunakan angka Romawi. Untuk subvarian, penulisannya menggunakan angka Romawi diikuti huruf kecil.
