Usai terbangun komunikasi, langkah kedua menurut Hugua, adakan subsidi. Jika belum dianggarkan maka segera bicarakan dengan DPRD untuk membuka ruang subsidi, yang nanti ditetapkan pada Perubahan APBD.

Hugua mengisahkan waktu dulu membangun penerbangan di Wakatobi, juga menggunakan subsidi dana APBD. “Wings Air itu pernah saya subsidi 55 seat, block seat namanya, dari total 75 seat. Artinya maskapai kita jamin, Anda tetap terbang dan Anda untung. Kalau rugi kami akan support dengan APBD,” tandasnya.

Baca Juga: Wings Air Berhenti Beroperasi, Sektor Pariwisata Wakatobi Terancam

Subsidi tidak akan berlangsung lama. Menurut Hugua, paling lama dua bulan arus penumpang penerbangan Wakatobi bakal kembali normal. Subsidi bisa ditarik. Sepanjang masa subsidi, dorong masyarakat supaya gunakan pesawat. Para kepala OPD harus naik pesawat saat perjalanan dinas, jangan naik kapal laut. Upaya berikutnya, gencarkan promosi. Promosi kawasan harus menjadi prioritas.

“Jangan neka-neko ke program lain yang tidak ada kaitannya dengan pariwisata. Promosi. Lalu koordinasi dengan gubernur dan menteri-menteri untuk melakukan kegiatan rapat-rapat di Wakatobi. Kalau itu tidak dilakukan, matilah penerbangan kita,” ujar Hugua, mantan Ketua DPD PDIP Sultra dua periode.