Saat menarik akar tersebut, tiba-tiba air memancar dari dalam tanah, membentuk lubang besar yang kini menjadi kolam jernih. Nama gua ini pun diambil dari nama penemunya, La Koo.

Baca Juga: Ritual Kapelanto Buton Selatan Perlahan Ditinggalkan, Tokoh Adat Minta Dibangkitkan

Aturan dan Fungsi Gua Koo

Wa Haruni (45), warga setempat, menjelaskan bahwa Gua Koo menjadi sumber air bersih bagi satu kelurahan dan tiga desa: Desa Lantongau, Desa Katukobari, Desa Morikana, dan Kelurahan Lakorua.

Karena itu, ada aturan ketat yang harus diikuti pengunjung, seperti larangan mandi, mencuci, membuang sampah sembarangan, menebang pohon, dan membiarkan anak bermain tanpa pengawasan orang dewasa.