Konon berdasarkan cerita dari para orang tua, dahulu kala mereka datang menggunakan perahu sope yang berlabuh di Batumanawa, Banakawa yang memiliki arti pertama tiba. Hanya karena di tempat tersebut jauh dengan lagun sehingga pindah ke A'o Wolio kalau meti dia tetap terapung tidak sandar. Juga posisi lagun di A'o Wolio itu cantik dibandingkan Batumanawa.
Pantai O'a Wolio memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung. Suasananya asri untuk bersantai. Menyaksikan aktivitas para nelayan bubu, nelayan meti, nelayan mancing juga terkadang nelayan yang memasang rumput laut, menjadikan pengalaman yang seru di pantai tersebut.
Baca Juga: Pantai Jodoh, Wisata Pasir Putih di Buton Selatan
Atraksi yang tidak kalah menarik lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah mengunjungi lokasi buka tutup pemeliharaan gurita di lokasi O'a Wolio.
“Jadi di sana, kami dari tokoh adat bekerja sama dengan YPL (Yayasan Pesisir Lestari) untuk bisa menutup sementara sebuah lokasi di situ. Yang kami tutup sekitar 17 hektare lebih, dan itu kami tutup selama tiga bulan, biarkan gurita bertelur dan membesar kemudian baru kita panen,” jelasnya.
