Posisinya yang berada di atas permukaan laut, menampilkan kesan elegan. Memiliki empat menara, pengunjung akan langsung teringat ikon Burj Al Arab. Dua menara dengan dominasi warna biru dan putih yang menghiasi sudut masjid, mirip bangunan menara setinggi 321 meter yang berdiri megah di Dubai.
Bagian kubah utamanya menggunakan sistem buka tutup yang didatangkan langsung dari Jerman dengan jumlah delapan unit itu merupakan simbol konsep Islam dan konsep lokal pahlawan Halu Oleo.
Di sekeliling masjid yang berpola segi empat, terdapat puluhan jendela kaca berwarna biru kombinasi silver. Perpaduan warna ini, makin memoles cantiknya Al Alam yang berpadu dengan suasana biru Teluk Kendari.
Masjid yang mempunyai daya tampung jemaah hingga 10.000 ini memiliki Interior yang tertata apik dengan pilar-pilar di dalam bangunan yang terkesan megah. Seperti masjid lainnya, ada barisan kitab suci Al-Qur'an yang dipajang rapi di dinding.
Para pengunjung juga mengakui kemegahan Masjid Al-alam seperti salah satu pengunjung yang hendak melaksanakan salat jumat, Rahmat.
