SWISS, TELISIK.ID- Ketersediaan air di bumi makin memprihatinkan, sebab saat ini, 3,6 miliar orang di bumi mengalami kekurangan air setidaknya sebulan dalam setahun.
Hal ini berdasarkan laporan dari World Meteorological Organization (WMO) yang lansir dari Public.wmo.int, yang mengatakan bahaya terkait air seperti banjir dan kekeringan meningkat karena perubahan iklim.
Jumlah orang yang menderita stres air diperkirakan akan meningkat, diperparah oleh peningkatan populasi dan berkurangnya ketersediaan.
Mengutip hijauku.com, ketersediaan air di bumi memang melimpah, namun hanya 2,5 persen air di bumi yang bisa dikonsumsi. Sekitar 97,5 persen adalah air asin yang berdiam di lautan. Dari 2,5 persen air tawar tersebut, banyak sumber air yang sudah tercemar atau mengering seperti rawa dan payau yang menghilang menjadi pemukiman atau bangunan.
Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia, Prof. Petteri Taalas mengatakan, peningkatan suhu mengakibatkan perubahan curah hujan global dan regional, yang menyebabkan pergeseran pola curah hujan dan musim pertanian, dengan dampak besar pada ketahanan pangan dan kesehatan serta kesejahteraan manusia.
