Mantan anggota DPR-RI itu menganggap, pernyataan-pernyataan Natsir,seperti menelanjangi dirinya sendiri untuk melindungi Saemuna. Buktinya saja, dalam surat Mahmakah Partai yang menyebutkan pergantian Saemuna sudah sesuai AD/ART Partai Hanura. Namun Natsir tidak pernah menjabarkan itu, karena diduga tidak menguntungkan Saemuna.

"Pernyatan Natsir hanya berdasarkan penjelasan Saemuna. Sementara surat Mahkamah Partai tidak digubris," ujarnya.

Baca Juga: Bantah Dilindungi Bupati, WON Sebut Ketua DPRD Muna Pandai Putar Balik Bicara

WON sangat tidak respek dengan cara-cara yang dilakukan Natsir yang mana tidak menghormati keputuasan partai lain. Karena setahunya, bila ada keputusan DPP tentang pergantian, maka tugas pimpinan lain adalah memproses.

"Saya bukan bermaksud mengajari Natsir. Beliau lebih senior dan kawakan dalam politik. Saya hanya sumbang saran, agar tidak ikut campur urusan internal Hanura. Proses saja surat dari DPP itu," terangnya.