Untuk mempertajam draf visi keilmuan tersebut, UMW menghadirkan pakar akademis terkemuka, Prof. Dr. Herlina Rante, M.Si., Apt., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia membedah strategi penyusunan visi-misi agar sejalan dengan standar akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus menjawab tantangan global di bidang kesehatan dan sains. Menurutnya, visi dan misi harus menjadi dasar operasional dalam penyusunan kurikulum, pengembangan kompetensi lulusan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Penyelarasan kompas akademik ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan seluruh program studi di bawah naungan FST UMW, mulai dari Program Studi Sarjana Farmasi, Program Studi Profesi Apoteker, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Program Studi Diploma III Teknik Elektromedis, hingga Program Studi Diploma III Sanitasi.

Guna menciptakan keterkaitan yang kuat (link and match) antara dunia pendidikan dan sektor industri, workshop ini turut dihadiri oleh jajaran mitra strategis, organisasi profesi, dan pengguna lulusan terkemuka di Sulawesi Tenggara. Di antaranya adalah Ketua HAKLI Sultra, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sultra, Ketua DPW PATELKI Sultra, perwakilan RSUD Bahteramas, RSUD Kota Kendari, RSJPD Oputa Yi Koo, RSJ Sultra, Puskesmas Abeli, Puskesmas Morosi, Apotek Bali Perdana, Apotek Mandala Waluya, hingga PT Merbau Jaya Indah Raya, serta para alumni dan mahasiswa.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UMW, Titi Purnama, S.Si., M.Kes., dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan (stakeholders) memberikan masukan yang sangat berharga mengenai kompetensi spesifik yang dibutuhkan di lapangan kerja saat ini.

"Kami memiliki komitmen penuh untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. FST UMW fokus melahirkan lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga memiliki kompetensi profesional yang siap diserap langsung oleh dunia kerja, dunia industri, serta dunia kesehatan," ungkap Titi Purnama.