Oleh: Kubais, S.Pd, M.Pd
Ketua KPU Kabupaten Muna
FILUSUF Yunani Heraclitus pernah berkata bahwa “tidak ada yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri.” Kata bijak itu tepat untuk menggabarkan sejarah perjalanan pemilu di Indonesia. Pemilu yang telah digelar 12 kali sejak Orde Lama, Orde Baru dan reformasi memiliki karakteristik dan sejarahnya masing-masing.
Pemilu pertama tahun 1955 yang digelar di era Soekarno, oleh banyak kalangan dianggap sebagai pemilu yang paling demokratis karena digelar secara jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. Pada Pemilu 1955 tak ada paksaan setiap orang untuk memilih partai yang dikehendaki oleh pemerintah.
Tidak ada pula mobilisasi pemilih menggunakan politik uang dan paling menonjol adalah kontestan pemilu tidak hanya diikuti oleh partai politik, organisasi massa dan calon perorangan.
