Para dosen memimpin langsung serangkaian intervensi medis dan edukatif, mulai dari penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), proses penapisan (screening) sampel feses siswa menggunakan teknik pemeriksaan laboratorium, hingga pendampingan pemberian obat cacing secara tepat dosis oleh pihak PKM.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Sarjana Terapan TLM UMW, Sanatang menegaskan, pengabdian masyarakat merupakan pilar penting Tri Dharma yang menjadi sarana bagi dosen untuk memberikan dampak nyata bagi publik.

"Sebagai dosen dan akademisi, kami memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan keilmuan laboratorium medis tidak berhenti di jurnal atau ruang kelas saja. Pengabdian ini adalah wujud nyata pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana kepakaran dosen hadir langsung menyelesaikan masalah kesehatan khusus pada anak-anak di SDN 1 Muara Sampara," ungkap Sanatang dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa dalam kegiatan PkM ini juga akan menjadi basis data acuan bagi intervensi lanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 terkait kesehatan dan kesejahteraan.

Baca Juga: Mandala Waluya Kendari Kerahkan 575 Mahasiswa KKN Tematik di 50 Desa Konawe Selatan