Salju juga menutupi wilayah atas Tepi Barat, menyebabkan otoritas Palestina menutup sekolah dan beberapa layanan masyarakat.
Seorang warga Yerusalem, Abed Shabany (39), membawa kedua putranya bermain di sebuah bukit yang menghadap ke Yerusalem. Saat ia membalikkan Jeep-nya melalui beberapa inci lumpur, orang tua lain terus menyeduh kopi hangat di kompor lisrik mobil mereka.
Baca Juga: Erdogan Bakal Ganti Nama Resmi Turki Jadi Turkiye
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini selama bertahun-tahun," katanya. "Tidak ada sekolah hari ini, jadi saya hanya berkeliling dengan anak-anak membuat manusia salju dan bola salju. Saya pikir itu pertanda baik. Ini akan menjadi tahun yang baik, kuharap," katanya, dikutip dari sindonews.com yang melansir Reuters.
Namun, salju ini tak akan bertahan lama mengingat suhu hangat akan kembali melanda daerah itu beberapa hari ke depan. (C)
