Persyaratan itu, kata Ninong, dibuat agar anak-anak mampu memahami lagu perjuangan sebagai lagu wajib sehari-hari.
Baca Juga: Memprihatinkan, TMP Watoputeh Butuh Renovasi
"Tujuannya kita berusaha membuat anak-anak mampu menghafal lagu perjuangan sebagai kewajiban bangsa indonesia, bukan lagu-lagu band atau lagu-lagu dugem. Saya melihat anak zaman sekarang lebih suka lagu-lagu yang tidak punya makna perjuangan dari pada lagu perjuangan. Karena itu kesempatan sekarang kita terapkan," jelas Ninong.
Menanggapi itu, salah satu warga Nanga Banda, Klemensius Hence Hatul menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ninong Andhika selaku pemilik pasar malam yang telah mengeluarkan kebijakan gratisan untuk wahana permainan anak-anak dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pasar Malam Andhika yang telah memberi kontribusi banyak bagi kemajuan ekonomi masyarakat setempat, khususnya pelaku UMKM dan petugas parkiran.
