1. Bangun subuh dan tidak begadang

Waktu subuh tentu tidak sama dengan waktu pagi. Pagi adalah waktu setelah matahari terbit, kira-kira pukul 07.00. Adapun waktu subuh ialah setelah fajar menyingsing dan sebelum matahari terbit. Ini sebagaimana disebutkan Al-Qur'an surah Takwir ayat ke-18. Artinya: “Demi waktu subuh di kala fajar merekah.”

Sumpah Allah dengan waktu itu adalah untuk menarik perhatian manusia, khususnya manusia yang beriman kepada-Nya akan pentingnya waktu itu bagi kesehatan fisik dan mental. Udara subuh memang sangat segar dan banyak mengandung zat asam yang sangat diperlukan buat pernapasan manusia.

Tidak heran orang-orang yang suka bangun subuh dan selalu menghirup udara subuh sukar dihinggapi penyakit paru-paru. Pernapasannya teratur dan paru-parunya menjadi kuat. Bangun subuh tidak hanya baik bagi kesehatan jasmani, tetapi juga bagi kesehatan rohani.

Rasulullah SAW juga tidak pernah begadang. Rasulullah biasa tidur di awal malam dan bangun di sepertiga malam terakhir. Hal ini dilandaskan dari sebuah hadis yang dinukil dari istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah RA, ia berkata,