Melansir Nu.or.id, Imam al-Nawawi menceritakan bahwa terdapat sebagian tabi’in yang sehari-harinya membaca Al-Qur’an hingga mengkhatamkannya dalam sehari bahkan ada yang mengkhatamkannya di antara waktu zhuhur dan ashar. (Imam Nawawi, al-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur’an: 47).

Pada masa sekarang, jika seorang ditanya, apakah kamu mencintai Al-Qur’an? Tentu saja jawabannya adalah, “Iya, saya mencintai Al-Qur’an”. Jawaban ini adalah jawaban yang keluar secara otomatis tanpa perlu pemikiran dan perenungan.

Hanya saja, cinta butuh pembuktian tidak sekadar diucapkan oleh lisan semata.  Banyak orang yang mengaku mencintai Al-Qur’an tapi dalam sehari-harinya ia lebih banyak berinteraksi dengan HP (telepon genggam) daripada berlama-lama duduk bersama Al-Qur’an.

Bagaimana mungkin dia dikatakan mencintai Al-Qur’an sementara dia tahan berlama-lama memainkan keyboard ponsel, namun rasa kantuk menghampirinya saat menyentuh Al-Qur’an?

Baca Juga: Misi Utama Jin, Membuat Pasangan Suami Istri Bercerai