5. Mengikuti perintah Al-Qur’an dan menjauhi larangannya (Khalid al-Lahim, Mafatih Tadabbur Al-Qur’an wa al-Najah fi al-Hayat, 27-28).
Jika tanda-tanda di atas tampak dalam diri seorang, maka rasa cinta terhadap Al-Qur’an masih ada dalam hatinya. Tapi jika tanda-tanda tersebut tidak ada dalam dirinya, maka rasa cintanya terhadap Al-Qura’an telah sirna.
Oleh karena itu, seorang ulama berkata: “Janganlah seorang ditanya tentang dirinya kecuali Al-Qur’an, jika ia mencintai Al-Qur’an maka sesungguhnya ia mencintai Allah dan Rasul-Nya”. (C)
Reporter: Haerani Hambali
