KENDARI, TELISIK.ID - Bagi beberapa wanita, perubahan fisik saat kehamilan akan sulit diterima. Beberapa bentuk perubahan secara fisik maupun psikis dapat menjadi salah satu kondisi berbahaya yakni terjadinya baby blues saat hamil.
Baby blues syndrome umumnya terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Namun, kondisi ini ternyata juga bisa terjadi selama masa kehamilan.
Baby blues merupakan sindrom yang menyebabkan seorang wanita mengalami perasaan sedih, depresi, panik, tetapi sulit untuk mengungkapkannya. Seluruh perasaan tersebut muncul saat seorang wanita baru memiliki bayi atau tengah menjalani kehamilan.
Menurut American Pregnancy Association dilansir Hello Sehat dari Suara.com, penyebab pasti baby blues tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan percaya bahwa kondisi ini erat kaitannya dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Sindrom ini ditandai dengan gejala berupa perubahan suasana hati alias mood yang sangat cepat, sering merasa sedih dan gelisah, berpikiran negatif, putus asa, mudah menangis, selalu merasa cemas, serta sulit berkonsentrasi.
