Di tengah jalan kami sempat berhenti. Sejauh mata memandang terlihat sebuah tumpukan yang mengganggu indra penglihatan. Ternyata tumpukan sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Melihat sampah tersebut kami pun turun dari kendaraan untuk mengambil gambar/foto. Saat itu juga muncul pertanyaan rasa empati dalam pikiran kami. Kok kenapa akses masuk Pantai Nanga Banda yang disebut-sebut sebagai pantai wisata kekinian malah jadi TPS.

Baca juga: Wisata Religi, Masjid Tertua dan Termegah di Kota Kendari

Memang benar ada sampah tetapi sebenarnya bukan itulah objek yang kami tuju. Objek yang kami tuju adalah Pantai Nanga Banda. Sampah hanyalah hiasan rasa penasaran kami dalam perjalanan.

Kami pun kembali menunggangi kuda besi menuju ke arah utara, angin sepoi-sepoi mengiringi dentuman mesin kendaraan, kicauan burung-burung serta indahnya hutan bakau seakan mengobati hati yang sedang rindu.