Matahari sudah berada di ufuk barat. Kami pun terus menyisiri akses pantai utara itu dan tiba di pintu masuk Pantai Nanga Banda Reo. Hembusan angin laut sore itu menambah sejuknya hati dan damainya pikiran. Disitu juga terlihat banyak kendaraan yang terparkir. Kami pun terus memacu Honda Verza hingga lebih dekat ke pintu masuk.
Angin pun kembali menderu saat kami berpose di pintu masuk. Hantaman ombak terdengar menggulung pecah di bibir pantai. Kami menelusur ke arah tempat wisata melintasi jembatan masuk. Ketika tiba di situ hati pun sungguh merasakan kedamaian seakan tak ada beban hidup sedikitpun.
Salah satu tempat wisata yang mengusung konsep kekinian itu bisa terlihat dari cara Pokdarwis mengelolanya. Di situ terdapat sebuah wahana yang dapat memacu adrenalin seperti kuda, selain itu ada pula ayunan yang digantungkan di pesisir pantai. Ketika berayun hampir pasti kita bisa melihat panorama pantai yang terbentang luas di depan mata. Kami pun mencoba berayun dan merasakan kenikmatannya.
Baca juga: Kasiono Oe, Telaga dengan Pesona Alam yang Indah di Mubar
Ada pula tempat nongkrong yang juga bisa dijadikan tempat buka puasa bersama bareng keluarga. Lukisan-lukisan indah serta hamparan rumput hijau juga tak kalah menarik.
