KUALA LUMPUR, TELISIK.ID - Penyelidikan kematian tragis Zara Qairina Mahathir mengungkap fakta mengejutkan tentang dugaan perundungan, pengabaian, dan pelecehan seksual yang dialaminya.

Remaja berusia 13 tahun ini ditemukan tidak sadarkan diri di selokan dekat asrama sekolahnya, Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Tun Datu Mustapha, Papar, Sabah, pada 16 Juli 2025.

Setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Queen Elizabeth I Kota Kinabalu, Zara dinyatakan meninggal dunia akibat cedera otak parah dan sejumlah patah tulang. Menurut laporan International Business Times, kondisi tersebut memicu penyelidikan mendalam yang kini fokus pada tiga aspek, yaitu intimidasi, pengabaian pihak sekolah, dan dugaan pelecehan seksual.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail, menegaskan fokus penyelidikan dalam keterangan resminya di Dewan Rakyat pada Selasa, 20 Agustus 2025.

“Saya tidak mengesampingkan adanya bullying. Dari kesimpulan yang kami tarik, intimidasi terbukti,” ujarnya seperti dikutip dari Tribunnews, Minggu (24/8/2025), Ia menambahkan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa.