Beberapa hari setelahnya, media sosial dipenuhi tagar #JusticeForZara sebagai bentuk dukungan publik.

Gelombang solidaritas terus menguat setelah pengacara keluarga mengonfirmasi rekaman audio Zara yang viral adalah asli. Tim hukum juga meminta otopsi ulang karena dugaan luka memar di punggung Zara saat dimandikan. Mereka mendesak agar penyelidikan dibuka kembali dengan melibatkan penyidik berpengalaman dari Bukit Aman.

Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan Malaysia berjanji akan menindaklanjuti kasus ini secara transparan. Hingga kini, publik menanti hasil keputusan Kamar Jaksa Agung terkait langkah hukum selanjutnya. Kasus Zara menjadi sorotan sebagai peringatan keras terhadap bahaya perundungan dan pengabaian di lingkungan pendidikan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin